JAKARTA — ketua FN pordasi prop ntt yang juga Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi Golkar, Dr. Umbu Kabunang, menyampaikan sejumlah hasil keputusan penting terkait persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya pada cabang olahraga berkuda-pacuan.
Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam Rapat Koordinasi Persiapan PON XXII/2028 antara KONI Pusat dan PB/PP Induk Organisasi Cabor Berkuda-Pacuan yang berlangsung di Ruang Rapat Binpres Lt. 9 KONI Pusat, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Dr. Umbu Kabunang mengungkapkan bahwa agenda babak kualifikasi PON 2028(BK PON 2028) akan dilaksanakan terlebih dahulu tahun 2027 sebagai seleksi kelolosan atlet joki dan pelatih sebelum memasuki gelaran utama final PON 2028.
Hingga diketahui NTT mengikut memberi target sebanyak 42 kuda untuk lolos mengikuti final PON 2018 mendatang.
“Memasuki PON ada namanya event babak kualifikasi PON (bk pon) yang akan dilaksanakan di NTB. Pengprov pordasi pacu NTT Dari total 14 kelas yang diikutu, minimum ikut sertakan enam kuda unggulan per kelas nomor pacuan. maksimum enam ekor hasil seleksi untuk lolos BK pon PON masing-masing kelas menjadi 42 yang mewakili kuda final NTT,” ujar Dr. Umbu Kabunang.
Kemudian pihaknya juga menjelaskan bahwa usia kuda untuk dapat mengikuti PON tersebut adalah minimal 3 tahun.
“Usia kuda pada saat pelaksanaan PON 2028 itu usianya minimal 3 tahun,” paparnya.
“Total kuda untuk diikutsertakan itu 84 ekor, masing-masing kelas 6 ekor per kelas bk pon 2027,” jelasnya.
“Itu aja kita ikut sertakan masing-masing kelas 6 ekor.”
Ia juga membeberkan rincian mengenai persiapan joki serta batasan kualifikasi teknis yang disepakati dalam rapat tersebut.
“Untuk joki nanti total yang ikut serta disiapkan untuk pacuan kuda di PON itu 15 orang joki dengan usia minimum 15 tahun pada tahun 2028. Kedua, khusus joki berpelana itu 50 kg minimal, untuk joki non-pelana bebas,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan jumlah alokasi kuda yang akan bersaing di putaran final PON.
“Terus jumlah kuda untuk PON nanti dari 14 kelas ini dikali tiga kuda, jadi sekitar 42 ekor semua,” tambah Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Golkar tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini berdasar pada hasil rapat pimpinan KONI Pusat terkait pelaksanaan PON, khususnya cabor kuda pacu di NTT dan NTB.
Berdasarkan dokumen Berita Acara Rapat Koordinasi, berikut rincian teknis pelaksanaan cabor Berkuda – Pacuan pada PON XXII/2028:
- Nomor Perlombaan (14 Nomor Terbuka):
- Kelas A (2200 M), Kelas C (1600 M), Kelas D (1400 M), Kelas E (1200 M), Kelas F (1000 M), Kelas G (1200 M & 1400 M), Kelas H (1000 M & 1200 M), Kelas I (1000 M & 800 M), Kelas J (1000 M & 800 M), serta Kelas K (700 M).
- Kuota Atlet pengprov Pordasi pacu NTT 15 orang.
- Batasan Usia:
- Atlet/joki minimal berusia 15 tahun pada saat pelaksanaan PON 2028.
- Kuda minimal berusia 3 tahun pada saat penyelenggaraan.
Berita Acara Rapat Koordinasi ini ditandatangani oleh Pengurus KONI Pusat (Wakabid Binpres, Kolonel (Purn) Drs. Irfan Bachtiar) dan PB PORDASI Pacu (Ir. Aguspen Adnan).


No comment